Kabar Baik untuk Fans! Manchester United Masih Punya Ruang Belanja Rp 2,2 Triliun di Bursa Januari
BOLA JITU – Pendukung Manchester United mendapat angin segar menjelang bursa transfer Januari. Klub berjuluk Setan Merah itu dikabarkan masih memiliki ruang belanja hingga Rp 2,2 triliun, tanpa perlu melepas pemain lebih dulu.
Aturan PSR Tak Sepenuhnya Mengikat United
Seperti diketahui, klub-klub Premier League harus berhati-hati dalam belanja pemain karena terikat Profit and Sustainability Rules (PSR). Aturan ini menuntut keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran agar kondisi finansial tetap sehat.
Manchester United kerap disebut berada dalam posisi sulit karena minim prestasi dalam beberapa musim terakhir serta beban utang yang cukup besar, sebagian akibat kebijakan transfer yang kurang efektif di masa lalu. Kondisi tersebut membuat banyak pihak menilai United tidak punya banyak ruang untuk bergerak di bursa transfer.
Bahkan sebelumnya, klub harus melepas pemain akademi seperti Scott McTominay ke Napoli, karena penjualan pemain binaan sendiri dianggap sangat membantu neraca keuangan klub.
Amorim Tetap Hati-Hati Soal Transfer
Untuk bursa transfer Januari ini, pelatih Ruben Amorim sudah memberi sinyal bahwa klub kemungkinan tidak akan agresif. Meski performa tim belum sepenuhnya stabil, ia menegaskan bahwa perekrutan pemain hanya akan dilakukan jika ada kesepakatan dengan direktur sepak bola, Jason Wilcox.
Aspek finansial tetap menjadi perhatian utama. Pemilik minoritas klub, Jim Ratcliffe, sebelumnya juga mengakui bahwa kondisi keuangan United belum ideal, terutama setelah kehilangan pemasukan dari kompetisi Eropa.
Laporan Keuangan Ungkap Fakta Positif
Namun di balik kekhawatiran tersebut, laporan keuangan terbaru justru menunjukkan sisi positif. Manchester United masih mencatatkan EBITDA tertinggi di Premier League, dengan pendapatan yang tetap termasuk terbesar di Inggris.
Pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, menjelaskan bahwa United sejatinya tidak wajib menjual pemain untuk mendanai transfer baru. Menurutnya, penjualan pemain lebih berfungsi untuk mengurangi beban utang, bukan sebagai syarat utama untuk belanja.
Ia juga menambahkan bahwa United umumnya melakukan pembayaran transfer dengan sistem cicilan. Artinya, belanja hingga Rp 2,2 triliun tidak langsung membebani kas klub dalam waktu singkat.
Peluang Tambahan untuk Perkuat Skuad
Kondisi ini tentu menjadi kabar baik bagi Ruben Amorim. Dengan ruang finansial yang masih tersedia, United berpeluang memperkuat skuad, terutama di sektor lini tengah dan penyerang, demi meningkatkan peluang kembali ke kompetisi Eropa musim depan.
Kesimpulan
Meski memiliki ruang belanja yang cukup besar, Manchester United tetap dituntut bijak dalam mengambil keputusan. Amorim dan manajemen harus memastikan setiap rekrutan benar-benar sesuai kebutuhan tim. Pendekatan transfer yang tepat sasaran dan sabar akan menjadi kunci untuk melanjutkan proyek pembangunan klub dan mengembalikan United ke level kompetitif di Eropa.