Cody Gakpo Menjawab Krisis Gol Liverpool, Namun Lini Tengah Masih Perlu Evaluasi
BOLA JITU – Liverpool datang ke Craven Cottage dengan banyak tanda tanya, khususnya di sektor penyerangan. Absennya Mohamed Salah yang membela negaranya di Piala Afrika, ditambah cedera yang menimpa Hugo Ekitike dan Alexander Isak, membuat publik mempertanyakan siapa yang bisa menjadi sumber gol The Reds.
Di tengah situasi sulit tersebut, Cody Gakpo muncul sebagai solusi sementara. Namun, di balik kontribusinya, performa duo gelandang Ryan Gravenberch dan Alexis Mac Allister justru menjadi bahan evaluasi serius.
Slot Percayakan Lini Depan kepada Gakpo
Dengan minimnya opsi striker, Arne Slot mengambil keputusan berani dengan menempatkan Gakpo sebagai ujung tombak tunggal. Ia didukung oleh Florian Wirtz, Alexis Mac Allister, dan Dominik Szoboszlai yang bergerak dari lini kedua.
Keputusan ini awalnya tidak berjalan mulus. Gakpo terlihat kesulitan beradaptasi dengan peran barunya karena ia lebih sering bermain sebagai penyerang sisi kiri. Pergerakannya sempat terisolasi dan sentuhan di kotak penalti masih terbatas di awal pertandingan.
Namun seiring berjalannya laga, kontribusinya perlahan meningkat. Kerja kerasnya akhirnya berbuah hasil ketika ia mencetak gol di masa injury time yang sempat memberi harapan kemenangan bagi Liverpool.
Lebih Efektif di Posisi Asli
Menariknya, gol tersebut justru tercipta setelah Gakpo kembali ke posisi yang lebih familiar baginya. Masuknya Federico Chiesa membuat Gakpo bergeser ke sisi kiri, peran yang selama ini paling memaksimalkan kelebihannya.
Perubahan itu langsung berdampak. Pergerakan tanpa bola, kecepatan, dan ketenangannya dalam menyelesaikan peluang terlihat jauh lebih efektif dibanding saat ia berperan sebagai striker sentral.
Sayangnya, keunggulan Liverpool tak bertahan lama. Fulham mampu mencetak gol penyeimbang di menit ke-97, memaksa laga berakhir imbang 2-2 dalam duel dramatis.
Gakpo Layak Dapat Kredit
Selama beberapa waktu terakhir, Gakpo kerap mendapat kritik dari sebagian pendukung Liverpool. Namun penampilannya di laga ini menjadi pengingat bahwa ia tetap memiliki peran penting dalam skema Arne Slot, asalkan ditempatkan di posisi yang tepat dan didukung sistem yang sesuai.
Kontribusinya memberi sedikit kejelasan di tengah krisis lini depan, meski solusi jangka panjang tetap diperlukan.
Lini Tengah Jadi Sorotan
Di sisi lain, sorotan tajam justru mengarah ke sektor tengah. Ryan Gravenberch dinilai tampil kurang solid, sering kehilangan penguasaan bola dan kalah dalam duel. Ia juga dianggap terlambat menutup ruang saat Fulham mencetak gol pembuka.
Alexis Mac Allister pun tidak luput dari kritik. Dipercaya bermain sebagai gelandang serang, ia dinilai terlalu bermain aman. Alih-alih memberi umpan progresif ke depan, Mac Allister justru lebih sering memilih distribusi ke samping atau ke belakang.
Kedua pemain memang menunjukkan peningkatan di babak kedua, namun performa mereka masih belum cukup konsisten untuk level persaingan Premier League.
Opini: Gakpo Jadi Opsi, Konsistensi Tetap Kunci
Cody Gakpo memberikan jawaban sementara atas masalah produktivitas gol Liverpool di tengah absennya para penyerang utama. Meski demikian, posisi terbaiknya tetap berada di sisi kiri, bukan sebagai penyerang tengah murni.
Sementara itu, Gravenberch dan Mac Allister perlu menunjukkan konsistensi yang lebih tinggi. Sebagai poros permainan tim, kontribusi mereka sangat menentukan arah dan tempo permainan Liverpool. Jika The Reds ingin tetap bersaing di level tertinggi, peningkatan di lini tengah menjadi keharusan, bukan pilihan.