3 Pelatih Timnas Indonesia yang Gagal Maksimalkan Potensi Generasi Hokky Caraka, Nomor 1 Shin Tae-yong!
Bola Jitu – Generasi pemain muda seperti Hokky Caraka, yang kini membela Persita Tangerang, ternyata belum terlalu beruntung dalam hal prestasi bersama Timnas Indonesia. Lahir pada 2004, Hokky memulai kiprahnya di tim nasional sejak 2022 dengan bergabung di Timnas U-19.
Debut turnamen Hokky bersama Timnas U-19 terjadi di Piala AFF U-19 2022. Namun, meski berbakat, timnya belum mampu mencatat prestasi signifikan. Satu-satunya pencapaian mereka adalah lolos ke Piala Asia U-20 2023, yang sayangnya kandas di fase grup.
Selama perjalanan kariernya di tim nasional, ada tiga pelatih yang dinilai kurang berhasil dalam membina generasi Hokky Caraka. Siapa saja mereka?
1. Shin Tae-yong
Shin Tae-yong memimpin Timnas U-19 generasi Hokky Caraka pada Piala AFF U-19 2022. Tim ini diisi banyak nama besar seperti Muhammad Ferarri, Cahya Supriadi, Kakang Rudianto, Robi Darwis, Marselino Ferdinan, Arkhan Fikri, dan Ronaldo Kwateh.
Meski berstatus tuan rumah dan memiliki pemain-pemain unggulan, Timnas U-19 di bawah Shin Tae-yong gagal total. Mereka tersingkir di fase grup karena kalah head-to-head dari Vietnam dan Thailand, padahal banyak yang menjagokan mereka menjadi juara.
2. Gerald Vanenburg
Setelah itu, generasi Hokky Caraka naik ke level Timnas U-23. Pada 2025, mereka berlaga di Piala AFF U-23 2025 dan Kualifikasi Piala Asia U-23 2026 dengan Gerald Vanenburg sebagai pelatih.
Sayangnya, pencapaian tim ini jauh dari harapan. Timnas U-23 finis sebagai runner-up di Piala AFF U-23 2026 dan gagal total di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Hasil mengecewakan ini kemudian membuat PSSI memutuskan untuk mengakhiri masa bakti Vanenburg.
3. Indra Sjafri
Indra Sjafri sebenarnya sempat sukses membawa Timnas U-22 meraih medali emas SEA Games 2023, memanfaatkan pemain seperti Marselino Ferdinan dan Muhammad Ferarri. Namun, generasi Hokky Caraka belum ada saat itu.
Baru pada SEA Games 2025, Hokky Caraka dan Kadek Arel ikut dipanggil. Sayangnya, tim asuhan Indra Sjafri harus tersingkir di fase grup setelah kalah bersaing dengan Filipina U-22.
Kini, harapan besar tertumpu pada generasi Hokky Caraka agar mampu bangkit dan mengembangkan potensinya. Jika Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030, generasi ini diprediksi berada di puncak masa emas mereka.